« February 2008 | Main | April 2008 »

..Entahlah..

Dua malam yang lalu aku berpikir, "Andai, hidup ini semudah alur FTV..." Tentu aku tak harus menelaah semua yang terjadi dalam hidupku. Aku hanya perlu mengikuti adegan dan dialog sesuai skenario, menanti ending yang sudah dibuat, kebanyakan happily ever after khas Indonesia. Ah, tapi itu sungguh tak mungkin. Dalam nyata, semua harus dipikirkan. Pilihan memang ada di tangan kita, tapi untuk mencapai pilihan itu fase yang dilewati tak sedikit, dan tentu saja tak mudah. Karena nantinya kita harus bertanggungjawab atas pilihan kita.

Leadku cukup lancar, tapi sampai di paragraf ini, aku tak tahu harus memulai ceritaku dari mana. Banyak pertentangan hati yang kualami akhir2 ini, dalam cita...dalam cinta pula. Lelah kuberpikir, lelah kumerasa, lelah pula kubertanya: "Mengapa begini?" atau "Kenapa sih kok settingnya begini?" Andai dalam nyata aku bisa, aku tak pernah ingin menyakiti siapapun. Ah, that's too human. Tapi, sakit itu kan juga bisa mendewasakan kita...HWAAAA!!! Piye tho karepku? Entahlah...

                            

..Mendua..

Baru kudengar cerita,

satu lagi tentang hati yang mendua

Aku hanya ikut merasa,

kutahu sakitnya sama

Sungguh tak bisa kuucap apa,

menata hati sendiri saja aku tak bisa

Kubantu teriakkan kata,

ah...percuma!

itu takkan legakan apa-apa

Teman,

aku tau pasti sulit hadapinya

hanya saja,

cobalah jadi lebih dewasa

Suatu saat,

kau pasti sadarinya

hanya damai yang jadi asa semua

Biarkan sakit kini,

lalui dengan genggam tangan Bunda

kuatkan hatimu dan hatinya

jelang bahagia bersama

Aku tahu,

kamu pasti bisa!!!

Setiap saat kau butuh telinga,

kupinjamkan padamu sukarela ^^